Peluncuran Proyek I AM SAFE
Pada 21 Oktober 2020, Humanity & Inclusion (HI) di Indonesia secara resmi meluncurkan Proyek Inclusive Access to Multi-sectoral Services and Assistance For Everyone (I AM SAFE). Proyek ini didanai oleh Uni Eropa (EU) dan akan dilaksanakan selama 18 bulan dan dimulai per 15 Juli 2020. Proyek ini bertujuan untuk mengurangi angka kematian dan morbiditas, dan mengurangi dampak sosial ekonomi jangka panjang dari pandemi COVID-19 pada orang yang paling rentan di Indonesia, terutama di provinsi Nusa Tenggara Timur, Yogyakarta dan Jakarta.
Peluncuran ini dilakukan secara virtual dan dihadiri oleh 108 perwakilan dari jajaran pemerintah daerah, Organisasi Penyandang Disabilitas, Organisasi Masyarakat Sipil baik local, nasional maupun internasional. Beberapa tamu VIP turut memberikan sambutan pada acara peluncuran di antaranya H.E. Vincent Piket , Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam; Adhy Karyono, Kepala Biro Perencanaan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos); Drs. Josef Nae Soi, M.M, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur dan Reiza Dejito Country Director HI Filipina & Indonesia. Turut hadir pula Hermanus Man, Wakil Walikota Kupang dalam acara peluncuran tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Drs. Josef Nae Soi, M.M, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, menyatakan dukungannya terhadap proyek ini dan secara simbolis membuka pelaksanaan proyek dengan memukul gong secara virtual. “Kami berkomitmen kuat untuk mencegah penularan COVID-19, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur. Komitmen kami tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 26 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru sebagai acuan kegiatan masyarakat selama masa pandemi. Kami sangat menyambut baik proyek I AM SAFE yang didanai oleh Uni Eropa dan diimplementasikan oleh Humanity & Inclusion bersama mitra CIS Timor. Kami berharap kelompok rentan di dua wilayah sasaran proyek yakni Kabupaten Kupang dan Kota Kupang dapat merasakan manfaat dari program ini. Kami juga berharap program ini dapat melengkapi upaya pencegahan dan mitigasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Semoga kerjasama ini dapat memberikan manfaat yang positif bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan di Nusa Tenggara Timur."
Perwakilan penerima manfaat juga turut memberikan presentasi tentang situasi masyarakat paling rentan di Yogyakarta dan NTT akibat pandemi. Diantaranya adalah Suharto, Direktur Eksekutif SIGAB (DPO dari Yogyakarta - salah satu mitra pelaksana proyek I AM SAFE) dan Desderdea Kanni, Koordinator Program Persani (DPO dari NTT). Keduanya termasuk yang paling rentan terkena pandemi, yakni penyandang disabilitas dan perempuan.
Dalam pidatonya, H.E. Vincent Piket, menyatakan bahwa Uni Eropa memiliki komitmen yang kuat dalam memerangi pandemi dengan meluncurkan “Team Europe”. Team Europe dibentuk untuk menggabungkan sumber daya dari Uni Eropa, negara anggota dan lembaga keuangan Eropa. Saat ini Team Europe telah mengerahkan sekitar 200 juta euro atau 3,5 triliun rupiah untuk membantu Indonesia dalam menghadapi pandemi COVID-19. Adhy Karyono, Kepala Biro Perencanaan Kemensos menyebutkan bahwa “Proyek I AM SAFE yang akan dilaksanakan oleh HI sejalan dengan MoU yang telah ditandatangani oleh pemerintah Indonesia melalui Kemensos dan HI, serta dukungan dari Kemensos. Kemensos juga mengapresiasi kemitraan yang telah dilaksanakan sejak 2010 dengan HI dalam mendukung program pemerintah untuk percepatan pembangunan Indonesia.”

