Proyek Inclusive Access to Multi-sectoral Services and Assistance For Everyone (I AM SAFE) adalah proyek 18 bulan yang didanai oleh Uni Eropa dan mendukung Pemerintah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang (Nusa Tenggara Timur) dan Pemerintah Kota Yogyakarta, Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Sleman (D.I. Yogyakarta) serta di tingkat nasional dalam tanggap pandemi COVID-19 yang berdampak pada kelompok rentan.
Jika Anda mempunyai pertanyaan, saran dan masukan mengenai pelaksanaan proyek I AM SAFE silakan hubungi 0811 258 922.

Uni Eropa (UE) adalah persatuan ekonomi dan politik dari 27 Negara Anggota. Bersama-sama, UE telah membangun zona stabilitas, demokrasi, dan pembangunan berkelanjutan dengan tetap menjaga keragaman budaya, toleransi, dan kebebasan individu. Pada tahun 2012, Uni Eropa dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian untuk memajukan tujuan perdamaian, rekonsiliasi, demokrasi, dan hak asasi manusia di Eropa. UE adalah blok perdagangan terbesar di dunia, serta sumber dan tujuan investasi asing langsung terbesar di dunia. Secara kolektif, UE dan Negara Anggotanya adalah donor terbesar Bantuan Pembangunan Resmi (ODA), yang menyediakan lebih dari setengah ODA secara global.
informasi lebih lanjut mengenai Uni Eropa:
https://eeas.europa.eu/delegations/indonesia/2638/indonesia-and-brunei_en
https://eeas.europa.eu/delegations/indonesia/2638/indonesia-and-brunei_en

Humanity & Inclusion (yang merupakan nama operasional Handicap International Federation) adalah organisasi kemanusian internasional yang mandiri dan tidak memihak.HI bekerja dalam situasi kemiskinan, eksklusif, konflik dan bencana. Organisasi ini bekerja bersama penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya untuk menanggapi kebutuhan dasar mereka, memperbaiki kondisi kehidupan serta mempromosikan penghormatan terhadap martabat dan hak-hak dasar mereka.

CIS Timor. Sejarah pembentukan CIS tak lepas dari situasi kemanusiaan awal september 1999, paska jajak pendapat Timor-Timur. Dimana kurang lebih 288.000 keluarga pengungsi eksodus dari Timor Timur ke wilayah Timor Barat untuk menyelamatkan diri dan mencari tempat aman setelah terjadi banyak pembunuhan, pembakaran dan penjarahan di Timor Timur. Para pengungsi yang datang ke Timor Barat berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan mereka tidak saja lapar, tak punyak pakaian dan rumah yang layak tetapi juga berada dalam suasana ketakutan dan trauma. Banyak diantara mereka – terutama perempuan dan anak-anak – kehilangan anggota keluarga mereka serta mengalami intimidasi/kekerasan bahkan perkosaan selama chaos pasca jajak pendapat dan selama perjalanan mereka dari di Timor -Timur ke Timor Barat.

Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia adalah organisasi non pemerintah yang bersifat independen, nirlaba, dan non-partisan.SIGAB didirikan di Yogyakarta pada tanggal 5 Mei 2003.Organisasi ini mempunyai cita-cita besar untuk membela dan memperjuangkan hak-hak difabel di seluruh Indonesia hingga terwujud kehidupan yang setara dan inklusif.

