Pandemi ini membuat hampir seluruh sekolah ditutup dan melakukan pembelajaran jarak jauh. Ketidakhadiran guru di ruang fisik bukan berarti anak-anak dibiarkan tanpa pengawasan dan pendidikan. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua, khususnya dalam mendampingi anak selama pembelajaran jarak jauh.
1. Ciptakan suasana rumah yang nyaman. Buatlah suasana yang nyaman dan menyenangkan bagi anak untuk belajar. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat ruangan khusus atau menata tata letak meja dan kursi.
2. Dampingi anak dalam belajar. Kehadiran orang tua atau pendamping dapat memberikan energy positif penambah semangat belajar anak.
3. Terapkan aturan belajar. Biasakan proses belajar mengajar di rumah dengan disiplin
4. Atur waktu secara realistis dan proporsional. Waktu belajar di rumah tidak harus sama dengan waktu belajar di sekolah. Ajak anak untuk merumuskan jadwal bersama. Jika memungkinkan luangkan satu jam setiap harinya untuk mendampingi anak belajar.
5. Orang tua jangan stress. Sebelum mendampingi anak belajar, pastikan orang tua telah siap sehingga proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik.
Anak-anak juga rentan terinfeksi COVID-19, dampak infeksi mungkin tidak akan separah infeksi ke orang lanjut usia dengan penyakit penyerta. Di satu sisi, anak-anak juga bisa menjadi pembawa dan penyebar Covid-19. Terinfeksinya anak-anak tidak lepas dari lingkungan sekitar misalnya orang tua yang bekerja, bermain dengan teman sebayanya. Untuk itu, beberapa hal berikut bisa diperhatikan oleh orang tua:
1. Mengkomunikasikan setiap informasi mengenai COVID-19 dengan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak. Informasi yang diberikan semisal apa itu virus corona, menjaga diri dan orang lain dll.
2. Ingatkan anak terus menerus mengenai pentingnya menerapkan protokol kesehatan semisal memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.
3. Dukung anak untuk berani terbuka berbicara menyampaikan keluh-kesah dan yang dirasakan selama masa pandemi ini. Stress tidak hanya dialami oleh orang dewasa namun juga anak-anak.
4. Memberikan anak gadget untuk mengusir kebosanan bisa dilakukan namun dengan aturan yang ketat. Perbolehkan dan damping anak untuk mengakses layanan panggilan telepon atau video ke saudara, teman sekolah untuk mengobati kerinduan.
5. Sesekali ajak anak beraktifitas di luar rumah tentunya dengan memperhatikan situasi dan kondisi penyebaran COVID-19 dan protokol kesehatan.
6. Perhatikan mobilitas/ ruang gerak anak saat bermain bersama. Tentukan aturan main tentang durasi bermain bersama dan juga selalu ingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan.

